LIPANRITV1
Retas5
Medsos4
coba6
Entri Populer
-
Di Sadur dari Artikel: AGUS SISWANTO DAN EKA SUPRIATNA Pada tgl. 6 Februari 2008 lalu, Misteri mendapat undangan seor...
-
LIPAN-ONLINE KUMPULAN BERITA LEMBAGA INDEPENDEN PEMANTAU APARATUR NEGARA REPOBLIK INDONESIA. KKP Kucurkan Bantuan...
-
Revolusi Sosial Berdarah di Simalungun Tahun 1946 November 1, 2011 | Filed under: Sejarah | Posted by: Dori Alam Girsang O...
-
Kerajaan Majapahit Kerajaan Majapahit | Sejarah | Peninggalan | Lengkap dengan Masa Kejayaan di Nusantara 27 Juli 2017 Oleh Delvatins...
-
Sejarah Kerajaan Sriwijaya Lengkap Mei 4, 2017 Oleh ibnuasmara Sejarah Kerajaan Sriwijaya Lengkap ( lipanri online ). Kerajaan ...
-
Tuanku Rao. Terror Agama Islam Mazhab Hambali di Tanah Batak 8 Votes Selama ini banyak dari k...
-
KOLONEL MALUDIN SIMBOLON: Ingatan Kolektif Masyarakat Terhadap Jatuhnya Pesawat Tentara Pusat di Huta Tongah. 1. Pengantar Pa...
Rabu, 24 November 2010
Rabu, 28 April 2010
Berita Lipanpos Online
| ||||||
|
Rabu, 21 April 2010
GERAKAN 40 KOALISI LSM SUMUT
GERAKAN 40 KOALISI LSM SUMUT
KEBERATAN ATAS PENANGKAPAN GUBSU
Medan (Lipan Post)
Penangkapan Gubsu atas dugaan tindakan Korupsi APBD Kab. Langkat Sumut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pusat pada saat pertemuan seluruh Gubernur se Indonesia di Bali tidak dapat dibenarkan.
Hal ini diungkapkan Ketua Koalisi 40 LSM se Sumut Limber Sinaga, SH selaku Pengurus Ketua Umum LSM Lembaga Independen Pemantau Aparatur Negara Republik Indonesia (LIPANRI).
Menurutnya, penangkapan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pusat tidak tepat. Apalagi saat ini seluruh Kab. Kota di Sumut akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah.
Demi terselenggarannya roda pemerintahan di Sumut, maka kami Gerakan 40 Koalisi LSM Sumut dan masyarakat akan menggugat tindakan Komisi Pemberantasan Korupsi pusat atas penangkapan Gubsu yang menurut kami tidak tepat sasaran.
Gerakan Koalisi 40 LSM dan masyarakat se Sumatera Utara tidak bersedia atas tindakan Komisi Pemberantasan Korupsi penangkapan terhadap Gubernur Sumatera Utara, apalagi yang saat ini kami masyarakat membutuhkan Gubsu untuk dapat menjalankan Program APBD Sumut yang sudah disahkan untuk dilaksanakan.
Dalam missi gerakan Koalisi 40 LSM dan masyarakat Sumut atas keterlambatan Team Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pusat untuk menindak lanjuti atas dugaan Korupsi APBD Kab. Langkat tahun 2007 atas nama Samsul Arifin yang saat itu sebagai Bupati telah menyebabkan seluruh pemerintahan Kab. Kota di Sumut lumpuh total saat ini.
Demi berjalanya pembangunan dan seluruh program pemerintahan daerah kami meminta melalui Koalisi 40 LSM dan masyarakat se Sumut terhadap Pemerintah Pusat, Presiden, Menteri dan jajarannya untuk menunda penangkapan Gubernur Sumut Syamsul Arifin. (Lim. Lipan Post).
berita penangkapan gubsu
Jumat, 05 Maret 2010
TANGGAPAN LSM LIPAN-RI PROYEK PNPM MANDIRI
Pusat Kucurkan Rp519 M Lebih Dana PNPM Mandiri Untuk Kabupaten/Kota Sumut
Anggaran pembangunan proyek nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) Mandiri tahun 2010 untuk wilayah Sumatera Utara Rp519 miliar lebih bersumber dari APBN Rp415 miliar lebih dan APBD Rp103miliar lebih dari Kabupaten/Kota.
Hal ini dikatakan Ketua DPRD Karo Siti Aminah Br Peranginangin SE kepada SIB, Selasa (2/2) di ruang kerjanya, Kabanjahe.
Katanya, berdasarkan Surat Mendagri tanggal 5 Januari 2010 No.414/0012/PMP, hal penetapan lokasi dan petunjuk pelaksana PNPM-M 2010 ditandatangani Dirjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Ayip Muflich, kucuran dana PNPM-M untuk Sumut total Rp519.500.000.000 dengan perincian: Tapteng Rp52.750.000.000, Deli Serdang Rp29 M, Tapsel Rp28 M, Langkat Rp27 M, Nias Rp24.500.000.000, Simalungun Rp23.250.000.000, Karo Rp14.500.000.000 dan Labuhan Batu Rp5.250.000.000. Anggaran PNPM-M 2010 Rp14.500.000.000 di Karo untuk kecamatan Tigapanah, Merek, Munte, Tigabinanga, Mardinding, Payung dan Simpang Empat.
PROYEK PNPM MANDIRI
Tahun Anggaran 2010, Sumut Peroleh Dana BLM Senilai Rp 613,8 Miliar
Pemprovsu memperoleh dana bantuan langsung masyarakat (BLM) senilai Rp613.825.000.000 untuk Tahun Anggaran (TA) 2010 dan akan disalurkan ke 25 kabupaten dan satu kota, 290 kecamatan, 4.432 desa atau kelurahan. Secara teknis, dana itu berada dalam Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
Demikian Sekdaprovsu DR RE Nainggolan MM saat menyampaikan sambutan tertulis Gubsu pada acara Rakor Penanggulangan Kemiskinan dan PNPM Mandiri Pedesaan Sumut tahun 2010 di Hotel Dharma Deli Medan, Rabu (3/3). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Bapemas Pemdes) Pempropsu, Drs H Rusli Abdullah, serta 128 fasilitator PNPM MP di seluruh Sumut.
Dana itu kemudian akan disalurkan melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM) dan dana itu harus bisa setepat mungkin disalurkan untuk warga miskin atau membangun fasilitas dan infrastruktur di pedesaan, termasuk membuka daerah-daerah terisolir.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) bulan Maret 2009, kata Sekdaprovsu, jumlah penduduk miskin di Sumut sebanyak 1.499.700 jiwa atau 11,51%, sementara tahun sebelumnya mencapai 1.613.800 jiwa atau 12,55%. Dengan demikian ada penurunan orang miskin sebesar 114.100 jiwa atau 1,04%.
Karena itu, keberadaan PNPM-MP harus bermanfaat langsung bagi masyarakat dalam memercepat pengurangan jumlah penduduk miskin dan pengangguran di propinsi ini.
Sementara Rusli Abdullah melaporkan, tahun ini PNPM MP memperoleh alokasi dana sebesar Rp634 miliar yang diperuntukkan bagi 25 kabupaten dan satu kota, yakni Gunung Sitoli, serta 290 kecamatan. Tahun sebelumnya PNPM MP memeroleh dana sebesar Rp 329 miliar bagi 21 kabupaten, 277 kecamatan, dan 4.486 desa.
PNPM MP, ujar Rusli, telah berhasil membuka 86 desa terisolir yang tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Selain pekerjaan fisik, pihaknya juga telah memberikan kontribusi kepada usaha ekonomi pedesaan simpan-pinjam perempuan (SPP) untuk 2.737 kelompok, dengan jumlah pemanfaat atau anggota sebanyak 22.412 perempuan.
PNPM MP juga telah membentuk Unit Pengelola Kegiatan (UPK) 290 kelompoj atau setara dengan 870 orang, lalu pembentukan Tim Pemelihara di desa sebanyak 290 kelompok atau 2.370 orang. Pihaknya juga sudah membentuka kader pemberdayaan masyarakat desa sebanyak 870 orang. (M3/m)